13000081_1685461011704215_1129881468280090656_n

RA KARTINI TERANG SINARMU TAK AKAN PERNAH PADAM

Semangat dan inspirasi kartini tak akan pernah padam. Semangat inilah yang selalu diperingati setiap tanggal 21 April sebagai Hari Kartini. Pada tahun 2016, peringatan Hari Kartini ke-137 masih diwarnai dengan lomba-lomba yang diadakan baik di instansi, sekolah ataupun masyarakat. Namun, Hari Kartini bukanlah hanya sekedar perlombaan atau suka cita. Ada hal yang lebih mendalam yang bisa kita petik dari perjuangan seorang Raden Adjeng Kartini.

R.A. Kartini (1879 – 1904)
RA. Kartini (1879 – 1904) adalah seorang putri yang lahir dari keluarga priyayi atau keluarga bangsawan jawa yang menjadi pelopor emansipasi wanita Indonesia. Setiap warga negara Indonesia memahami dengan baik tentang siapa dan apa saja yang telah RA. Kartini lakukan. Tetapi, ada satu hal yang menarik dan menginspirasi dari seorang pahlawan nasional kelahiran Jepara, Jawa Tengah ini. RA. Kartini ingin wanita Indonesia memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Mimpi sederhana yang sangat bersinar dan menginspirasi hingga saat ini.
Menutut ilmu dan belajar tidak pernah dibatasi oleh jenis kelamin, usia, tempat dan waktu. Seorang manusia dapat belajar kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun. Seperti nasehat seorang ayah kepada anaknya bahwa manusia itu ibarat sebuah cangkir yang telah terisi. Dalam proses menuntut ilmu dan belajar, alangkah baiknya kosongkanlah cangkirmu agar kamu dapat mengisi cangkir lamamu dengan ilmu yang baru. Nasehat sederhana namun begitu bermakna. Terkadang dalam proses belajar, seorang pembelajar perlu kepekaan, kebijaksanaan dan menahan ego agar banyak ilmu dan pengalaman yang akan didapatkan. Arogansi dalam belajar hanya akan membuat pertentangan batin yang membuat ilmu-ilmu itu hanya melayang-layang di udara.
Wanita Indonesia masa kini telah memperlihatkan bahwa mereka semua telah dibesarkan dan dididik oleh para wanita yang hebat dari periode sebelumnya. Mereka adalah calon Ibu-ibu hebat yang akan melahirkan generasi Indonesia hebat berikutnya yang santun dan berbudaya. Wanita Indonesia masa kini telah memperlihatkan perannya dalam setiap sisi kehidupan baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, penelitian, sosial kemasyarakatan dan pemerintahan. Wanita Indonesia telah mampu berkarya dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa. Banyak kartini muda Indonesia yang telah mengabdikan hidupnya untuk pengembangan daerah tertinggal di ujung Indonesia atau para kartini muda yang sedang menimba ilmu di negeri yang begitu jauh dari tanah airnya. Adanya keterbukaan peluang dalam dunia pendidikan dapat memfasilitasi pada kartini muda Indonesia untuk menggapai mimpi-mimpinya. Dimanapun mereka berada, para kartini muda ini sedang berjuang untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik. Namun, pada era kebebasan berpendapat dan era digital seperti ini wanita Indonesia memiliki tantangan besar untuk terus belajar dan tidak melupakan budaya bangsa. Tidak hanya menjadi wanita Indonesia yang pintar namun juga menjadi wanita Indonesia yang santun dan bermartabat. Wanita Indonesia yang santun, bermartabat dan berbudaya adalah wanita yang selalu akan menghormati laki-laki terlepas sudah seberapa hebatnya mereka.
Kontribusi wanita untuk Indonesia dapat diawali dari tingkatan yang paling rendah yaitu keluarga. Pendidikan keluarga yang baik akan melahirkan generasi-generasi cemerlang yang memiliki ide dan niat yang kuat untuk peningkatan kualitas masyarakat kearah yang lebih baik. Niat, usaha dan keyakinan tentang ide-ide inovatif akan tercipta dan terwujud ketika adanya kepercayaan dan dukungan dari keluarga. Pergerakan wanita Indonesia dalam masyarakat tidak perlu diragukan lagi. Banyak karya yang telah dihasilkan dan telah membanggakan Indonesia. Niat dan kemauan inilah yang akan menentukan bermanfaat atau tidaknya seorang manusia bagi manusia yang lain.
Semangat RA. Kartini agar wanita Indonesia menjadi lebih baik, tidak akan pernah padam dan selalu akan mengispirasi. Tidak hanya berfokus pada satu titik tujuan tapi lebih kepada semangat wanita agar terus belajar, berkarya dan berbagi untuk menggerakkan wanita lain untuk kemajuan bangsa. Maju terus dan lanjutkan terang sinar seorang RA. Kartini.

Salam Hangat,
Arnia Sari Mukaromah
Departemen Keilmuan
PPI KORDA KANTO 15/16