takushoku

Kenal Kampus : University of Takushoku

Takushoku University (拓殖 大学; Takushoku Daigaku, atau disingkat sebagai 拓大 Takudai) yang berdiri pada tahun 1900 merupakan universitas swasta yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Jepang, Prince Katsura Taro, dengan akar sejarah yang kuat dalam bidang pembangunan. Sesuai dengan namanya, Takushoku secara harfiah berarti “kolonialisasi” atau juga bisa diterjemahkan sebagai “industrialisasi dan pembangunan” pada awalnya didirikan untuk menghasilkan para lulusan yang akan dikirim untuk membangun negara-negara koloni yang menjadi kekuasaan Kekaisaran Jepang pada waktu itu. Sejalan dengan cepatnya ekspansi Jepang ke beberapa wilayah seperti Taiwan, semenanjung Korea, China dan kawasan Asia Tenggara, maka Takushoku pun berkembang pesat yang bahkan disebut-sebut sebagai universitas terkuat kedua setelah University of Tokyo sampai dengan berakhirnya Perang Dunia Kedua [1]. Hal ini juga terlihat dari tokoh-tokoh pimpinan Takushoku pada masa itu, setelah diemban oleh Prince Katsura Taro (1900-1912), yang merupakan Perdana Menteri Jepang dengan masa jabatan terlama hingga saat ini, Presiden Takushoku dijabat oleh Nitobe Inazu (1917-1922), seorang akademisi sekaligus diplomat yang dikenal luas sebagai penulis buku Bushido; The Soul of Japan. Pada saat bersamaan, penasihat (chancellor) Takushoku dijabat oleh Goto Shinpei (1919-1929) seorang negarawan yang pernah menjabat berbagai posisi menteri kabinet dan juga Gubernur Tokyo.

Namun reputasi baik yang dibangun pada awal-awal pendiriannya sejenak berhenti ketika Perang Dunia Kedua Berakhir. Pada tahun 1946, Amerika Serikat yang pada saat itu menguasai Jepang, melalui the Supreme Command of Allied Powers (SCAP) pimpinan Jenderal Douglas McArthur memutuskan untuk menutup Universitas Takushoku karena dianggap sebagai lembaga pendidikan pendukung utama militer Jepang selama masa imperealisme [2]. Selanjutnya nama universitaspun diubah menjadi Kōryō University (紅陵大学; Kōryō Daigaku) dan beberapa program pendidikan yang berkaitan dengan kolonialisasi dibatasi secara ketat. Namun hal ini tidak berlangsung lama, melalui berbagai upaya pada tahun 1952 nama Takushoku dikembalikan lagi seperti semula sampai dengan sekarang. Sejak saat itu secara tersirat Takushoku kembali pada semangat awal untuk memberikan bekal pendidikan bagi para mahasiswa agar terlibat dalam pembangunan/kemajuan dunia dengan penuh rasa penghormatan sesama manusia. Hal ini dipertegas dalam perayaan 100 tahun Takushoku pada tahun 2000, dimana Kaisar Akihito yang menghadiri upacara perayaan tersebut menyampaikan :

“Lagu (mars) dari universitas ini meninggikan ambisi anak-anak muda untuk pergi berpetualang (membangun) ke luar negeri, dan pada saat yang sama mengingatkan mereka untuk tidak melakukan diskriminasi atas dasar warna (ras) atau tanah (negara), terhadap siapa pun yang berdiri di hadapan mereka.” [3]

 Tiga tokoh penting di awal pendirian Universitas Takushoku
 1  

2

 3
Patung Perunggu Prince Katsura Taro di depan kampus Bunkyo Nitobe Inazu Goto Shinpei

Saat ini Universitas Takushoku berlokasi di dua kampus, yakni kampus pusat di Bunkyo dan kampus internasional di Hachioji. Data sampai dengan Mei 2016 menunjukkan total mahasiswa Takushoku adalah sebanyak 9,387 orang untuk S1; 289 orang untuk master dan doctor; serta 74 orang mahasiswa kelas bahasa Jepang. Dari angka tersebut 1,168 diantaranya adalah mahasiswa asing. Sedangkan jumlah pengajar/dosen sebanyak 239 dosen tetap dan 503 dosen tidak tetap.

Di Bunkyo Campus terdapat 2 fakultas Undergraduate dan 3 jurusan Graduate Schools :

  1. Faculty of Commerce :

Department of Business Administration, Department of Business Administration, Department of Accounting

  1. Faculty of Political Science and Economics :

Department of Law and Political Science, Department of Economics

Graduate Schools yang terdiri dari :

  1. Graduate School of Economics : International Economics Course for Master/Doctoral Programs
  2.  Graduate School of Commerce : Business Administration Course for Master/Doctoral Programs
  3. Graduate School of International Cooperation Studies : International Development Studies Course for Master/Doctoral Programs, International Security Studies Course for Master/Doctoral Programs
  4. Graduate School of Local Government : Local Government Course for Master/Doctoral Programs

Sedangkan di Hachioji International Campus terdapat 3 Fakultas untuk Undergraduate dan 1 jurusan untuk Graduate Schools.

  1. Faculty of Foreign Language :

Department of English Language, Department of Chinese Language, Department of Spanish Language

  1. Faculty of International Language :

Department of International Cooperation, Department of Tourism

  1. Faculty of Engineering :

Department of Mechanical System Engineering, Department of Electronics and Computer Systems, Department of Computer Science, Department of Design

Graduate Schools yang terdiri dari :

  1. Graduate School of Engineering :

Mechanical and Electronic Systems Engineering Course for Master/Doctoral Programs, Information and Electronic System Engineering Course for Master/Doctoral Program

2. Graduate School of Language Education :

English Education Course for Master Program, Japanese Education Course for Master Program, Language Education Course for Doctoral Program


Di kedua kampus disediakan berbagai sarana prasarana yang lengkap dan modern yang menunjang kegiatan belajar mengajar seperti perpustakaan, kantin dan kafetaria, dormitory, berbagai laboratorium, fasilitas kesehatan, career center dan sarana prasarana olah raga.

Bunkyo Campus

Gambar 360® tersedia di :

http://www.takushoku-u.ac.jp/360campus/bunkyou/1.html

 4 Kantor Pusat
 5 Gedung E
 6 Rooftop Terrace
 7 Library
 8 Education Hall
Hachioji International Campus

Gambar 360® tersedia di :

http://www.takushoku-u.ac.jp/360campus/hachioji/4.html

     9 Museum dan Meeting Hall
 10 Gymnasium
 11 Laboratorium
 12 Student Exchange Hall
 13 Dormitory

 


 

Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan sarana prasarana pendukung memang dirasakan berkembang cukup pesat. Hal ini tidak terlepas dari dicanangkannya gerakan “Kebangkitan Pendidikan / Educational Renaissance” yang disebut sebagai “2020 Takushoku New Orange Project”. Kebangkitan ini selain untuk merayakan usia 120 tahun pada tahun 2020, bertepatan pula dengan Olimpiade Tokyo, juga sebagai target waktu untuk membekali para mahasiswa dengan karakter international yang memiliki keahlian/ketrampilan kerja dan rasa kemanusiaan. Berbagai langkah untuk mencapai hal tersebut dilakukan antara lain dengan cara : meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para mahasiswa, meningkatkan skill produktif para mahasiswa, meningkatkan penyelenggaraan seminar internasional dan student exchange, serta memperkuat sinergi antara sekolah (SMA), diploma, sarjana dan pasca sarjana yang dimiliki oleh Takushoku.

Gerakan kebangkitan pendidikan tersebut merupakan upaya memperkuat kembali filosofi awal Takushoku sebagaimana cita-cita pendiriannya, yakni :

“Producing talented and enterprising individuals possessing the cultural sophistication and personal character to make them worthy of the respect of all peoples”. (Menghasilkan individu yang giat dan berbakat yang memiliki kekayaan budaya dan karakter personal yang menghargai seluruh manusia).

Berbekal filosofi tersebut, universitas ini dikenal sebagai salah satu penggagas universitas yang berwawasan international di Jepang. Sebanyak kurang lebih 130,000 lulusannya aktif berkontribusi untuk kemajuan Asia dan belahan dunia lainnya. Setiap angkatannya, ditargetkan 80% persen mahasiswa Takushoku akan diarahkan untuk belajar di luar negeri melalui skema International Exchange di 50 universitas pada 21 negara. Salah satu contoh kegiatan yang berkaitan dengan “internasionalisasi” yang juga diikuti para mahasiswa dari Indonesia adalah keikutsertaan Takushoku dalam “Global Festa Japan 2016” yang diselenggarakan di Odaiba, Tokyo. Disitu para mahasiswa bisa mulai mengenal peran dan aktvitas organisasi-organisasi International Cooperation baik dari kalangan NGO, agen kerjasamasa international seperti JICA dan UNIDO, kedutaan asing di Jepang serta industri yang peduli terhadap isu global.

 

Kegiatan yang berkiatan dengan 2020 Takushoku New Orange Project
 a Logo New Orange Project sebagai symbol kebangkitan Takushoku
 b Seminar International
 b Booth Takushoku di Global Festa 2016
 OLYMPUS DIGITAL CAMERA Job Hunting Seminar untuk memudahkan mahasiswa mendapatkan pekerjaan
 e Teater “Untuk Masa depan Indonesia” yang dimainkan di kampus Hachioji pada tanggal 26 Nopember 2016
 OLYMPUS DIGITAL CAMERA Mahasiswa Takushoku menjadi sukarelawan pengajar di Sudan

 

Sebagai tambahan, Takushoku juga merupakan satu-satunya kampus di Jepang yang memiliki lembaga think thank untuk International Relations [4]. Institute of World Studies yang didirikan pada tahun 1955 didedikasikan untuk kepentingan pendidikan di bidang kerjasama internasional. Lembaga ini berusaha mengembangkan joint riset antara pihak Jepang dengan organisasi international lainnya dalam bentuk penyelenggaraan symposium berkala, kolaborasi proyek, maupun tukar menukar informasi bersama para ahli. Institute ini cukup disegani di Jepang, terbukti pada tahun 2012 yang lalu, Profesor Satoshi Morimoto, Direktur Institute of World Studies, ditunjuk oleh PM Abe untuk menjadi Menteri Pertahanan dan menjadi akademisi pertama yang menduduki pos tersebut yang sebelumnya selalu diisi dari legislative atau The National Diet (国会 Kokkai) [5].

Bagi kalangan pelajar Indonesia sendiri, nama Takushoku mungkin kurang begitu dikenal, hal ini bisa jadi disebabkan karena selama ini Takushoku lebih banyak menerima mahasiswa dari kalangan PNS di Indonesia baik melalui Beasiswa Bappenas maupun Kementerian Keuangan. Tercatat tidak kurang setiap tahunnya 15 karyasiswa dikirim untuk kuliah di Graduate School of International Cooperation Studies. Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa program linkage atau double degree hasil kerjasama antara Takushoku dengan tiga universitas di Indonesia yaitu Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya dan Universitas Pajajaran. Skema kerjasama dengan sumber biaya pinjaman Pemerintah Jepang tersebut telah berlangsung sejak tahun 1990, sehingga diperkirakan terdapat ratusan alumni Takushoku yang saat ini tersebar sebagai fungsional perencana maupun pejabat struktural baik di Pemerintah Daerah maupun Kementerian.

Dikarenakan mayoritas alumni Takushoku di Indonesia adalah para birokrat, maka tidak banyak nama-nama para alumni tersebut dikenal secara luas oleh masyarakat. Salah satu yang mudah diketahui oleh masyarakat Indonesia saat ini adalah Mohamad Sohibul Iman. Beliau adalah politisi yang sekarang menjabat sebagai Presiden PKS sekaligus anggota DPR RI. Saat memperoleh kesempatan beasiswa pada tahun 1987, Sohibul Iman pertama masuk ke Bekka Takushoku, sebuah sekolah intensif bahasa Jepang bagi lulusan SMA yang hendak melanjutkan S1 di Jepang. Kemudian beliau melanjutkan S1 Teknik di Universitas Waseda sebelum kembali lagi ke Takushoku untuk mengambil program master / S2 Teknik [6]. Nama lain yang cukup dikenal adalah Rahmat Gobel, mantan Menteri Perdagangan, yang memperoleh gelar Doktor Kehormatan dari Takushoku pada tahun 2002 atas kontribusi beliau terhadap perdagangan Indonesia-Jepang serta kedudukan beliau sebagai ketua yayasan yang menaungi Universitas Darma Persada, sebuah universitas yang didirikan oleh para alumni Jepang yang berafiliasi dengan Takushoku [7].

Untuk tahun 2016 sendiri, saat ini terdapat 28 orang mahasiswa Indonesia dengan komposisi: 1 orang doctoral, 20 orang magister, 5 orang sarjana dan 2 orang di pusat pelatihan bahasa. Mereka semua terdaftar di berbagai jurusan baik  di fakultas International Cooperation, Commerce, Teknik maupun Bahasa. Masing-masing mahasiswa memiliki sumber pembiayaan yang berbeda baik biaya mandiri ataupun beasiswa dari pemerintah Indonesia dan Jepang. Untuk mewadahi kegiatan di luar kampus, para mahasiswa/i bernaung dibawah organisasi PPI Takushoku 20016/2017 yang secara resmi telah diaktifkan kembali mulai tanggal 20 Nopember 2016. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi ajang silahturahmi dan koordinasi baik itu yang sifatnya kekeluargaaan seperti olah raga dan wisata bersama maupun kegiatan yang bisa menambah wawasan lewat diskusi dan penulisan artikel. Para anggota PPI Takushoku sendiri berkomitmen untuk nantinya secara bertahap akan terlibat aktif dalam setiap kegiatan baik yang diselenggarakan oleh pihak kampus seperti festival dan penyambutan mahasiswa baru ataupun juga ikutserta dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh PPI Kanto dan PPI Jepang.

 

Kegiatan PPI Takushoku
     z Rapat koordinasi PPI Kanto bertempat di Takushoku
 x Sosialisasi Takushoku di depan siswa/i SRIT
 v Diskusi dengan dosen tamu dari UGM
 n Bermain Futsal bersama mahasiswa Kanto
 m Mengunjungi Tokyo Edo Museum

Demikian ulasan mengenai University of Takushoku, semoga dengan sedikit mengenal kampus ini akan mampu menambah wawasan kita bersama mengenai dunia pendidikan di Jepang terutama kampus yang menjadi salah satu tujuan kuliah para mahasiswa dari Indonesia.

 

Catatan Menarik Hubungan Takushoku dengan Indonesia :

  • Bahasa Indonesia mulai diajarkan pertama kali di Takushoku pada tahun 1931 [8]
  • Takushoku menerima mahasiswa dan peserta pelatihan pertama dari Indonesia pada tahun 1961 [9]
  • Takushoku mensponsori Ekspedisi “Spirit of Majapahit” pada bulan Mei 2016, pelayaran ini merupakan napak tilas pelaut Majapahit ke Jepang pada abad 13 [10]
  • Terdapat Indonesian Study Group yang beranggotakan mahasiswa Jepang sekitar 20 orang yang berkumpul sekali tiap minggunya untuk membahas budaya Indonesia [11]

 

Disusun oleh :

PPI Takushoku

Email : ppi.takushoku@gmail.com

Facebook : PPI Takushoku

 

Referensi :

Tulisan ini sebagian besar mengacu pada booklet Universitas Takushoku yang tersedia secara online di :

http://www.takushoku-u.ac.jp/ebook/1/takushoku_university_2016-2017_english/#

dengan sumber tambahan secara spesifik sebagai berikut :

[1], [2], [4] https://www.revolvy.com/main/index.php?s=Takushoku%20University

[3] http://www.sdh-fact.com/book-article/655/

[5] http://nation.time.com/2012/06/05/tokyo-puts-a-pro-in-charge-for-a-change/

[6] http://profil.merdeka.com/indonesia/m/mohamad-sohibul-iman/

[7] http://past-news.takushoku-u.ac.jp/news/international/141031chancellor-indonesia.html

[8], [9] http://www.takushoku-u.ac.jp/newsportal/international/international_160615_12458.html

[10] https://news.detik.com/berita/3220369/kapal-spirit-of-majapahit-2016-merapat-di-manila

[11] http://act.takushoku-u.ac.jp/culture/indonesia/introduction.html