1

Temu Masyarakat Indonesia dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Menteri Perdagangan RI (tengah) Berfoto dengan Masyarakat Indonesia. (PPI Kanto)

Pada Selasa, 28 November 2017 lalu, PPI Kanto menghadiri acara Temu Masyarakat dengan Menteri Perdagangan Bapak Enggartiasto Lukita. Acara bertempat di Balai Indonesia Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) dan didahului dengan makan malam bersama. PPI Kanto dan masyarakat yang hadir berkesempatan untuk menyantap berbagai makanan khas Indonesia, satu hal yang sedikit sulit didapatkan di Tokyo.
Beberapa saat kemudian, Bapak Menteri Perdagangan beserta Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Bapak Arifin Tasrif, Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, Bapak Rachmat Gobel dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Ibu Arlinda tiba di Balai Indonesia dan acara temu masyarakat segera dimulai. Acara dibuka oleh Bapak Arifin Tasrif dan langsung diserahkan kepada Menteri Perdagangan RI.
Pada kesempatan ini, beliau mulai berbicara tentang kondisi terkini perekonomian Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuarter ketiga (Q3) sebesar 5,06% termasuk sangat baik diantara negara-negara G-20 lainnya. Pertumbuhan Indonesia juga dianggap stabil karena konsisten selama beberapa tahun terakhir dikisaran 5% ditengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Untuk inflasi, beliau menyampaikan bahwa pemerintah tengah berupaya untuk menahan laju inflasi agar daya beli masyarakat tidak menurun. Target inflasi pemerintah di bawah 3,5%.
“Kita berusaha terus agar angka inflasi kita bisa setara dengan negara-negara tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura,” paparnya.
Beliau juga menyampaikan maksud kedatangan beliau ke Tokyo, yaitu untuk memimpin misi dagang perusahaan-perusahaan dari Indonesia, seperti Pindad, untuk melakukan pertemuan bisnis (business meeting) dengan perusahaan-perusahaan terkemuka Jepang seperti Toyota dan AEON serta Japan External Trade Organization (JETRO) pada tanggal 29 November 2017.
Setelah melakukan penjabaran terkait perekonomian Indonesia, acara Temu Masyarakat tersebut dilanjutkan dengan dialog Menteri Perdagangan dengan mahasiswa, pengusaha dan masyarakat. Beberapa pertanyaan dan usulan muncul dari dialog tersebut.

Sesi Dialog Masyarakat dengan Menteri Perdagangan RI. (PPI Kanto)

“Apakah IJ-EPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) telah berjalan efektif sejak ditetapkan di tahun 2008 dan apa saja keuntungan-keuntungan yang telah diperoleh Indonesia dari IJ-EPA ini? Serta komiditi apa yang paling sering diimpor dan diekspor oleh Indonesia dari dan ke Jepang?” merupakan dua pertanyaan yang sempat ditanyakan oleh PPI Kanto dalam acara tersebut.
Pertanyaan menarik lain terkait IJ-EPA juga ditanyakan.
“Hasil review IJ-EPA menunjukkan bahwa posisi tawar Indonesia dalam perjanjian dagang ini cukup lemah dibandingkan Jepang. Apa langkah pemerintah untuk memperbaiki posisi tawar Indonesia?”
Menteri Perdagangan menjelaskan bahwa perjanjian dagang bilateral selalu memiliki prinsip sama-sama menguntungkan kedua pihak.
“Dalam kerjasama ekonomi selalu ada prinsip memberi dan menerima. Tidak bisa cuma satu aja,” ujar Menteri Perdagangan.
Lebih lanjut Menteri Perdagangan memberi beberapa contoh terkait kondisi perdagangan bilateral antara Indonesia dengan negara lain. Perdagangan Indonesia dengan Pakistan mencatatkan surplus yang sangat tinggi bagi Indonesia sehingga membuat pihak Pakistan cukup menekan Indonesia untuk membuka pasar dalam negeri Indonesia bagi barang-barang asal Pakistan. Di sisi lain, perdagangan Indonesia dengan RRT mencatatkan defisit bagi Indonesia dikarenakan banyak komoditi dan barang asal Tiongkok yang harganya jauh lebih murah daripada barang asal Indonesia.
Untuk perdagangan Indonesia dengan Jepang, Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa jenis perdagangan antara kedua negara bersifat komplementer atau saling melengkapi. Dari Jepang, Indonesia mengimpor barang-barang industri teknologi tinggi dan otomotif sementara Jepang mengimpor komoditi seperti kelapa sawit dan kopi dari Indonesia. Menteri Perdagangan juga menambahkan bahwa sejak adanya IJ-EPA, neraca perdagangan kedua negara juga semakin baik setiap tahunnya.
Terkait masalah posisi tawar Indonesia dengan Jepang dalam IJ-EPA, Menteri Perdagangan menekankan pentingnya asas timbal balik.
“Jika Indonesia meminta Jepang untuk menurunkan dan menghilangkan import duty barang-barang asal Indonesia, Jepang juga akan meminta hal yang sama kepada Indonesia. Oleh karena itu, terkadang perlu ada negosiasi lanjutan dalam perjanjian dagang seperti IJ-EPA,” ujar Menteri Perdagangan.
Usulan menarik lain yang muncul dari sesi dialog adalah usulan untuk mendorong munculnya restoran Indonesia halal di Jepang. Beliau pun menyambut baik usulan ini karena restoran Indonesia nantinya dapat menjadi sarana promosi pariwisata.
“Di dalam restoran Indonesia nanti kita bisa pasang foto dan informasi soal 10 destinasi wisata di Indonesia selain Bali,” usul Menteri Perdagangan.
Pemerintah juga akan berupaya untuk membantu restoran Indonesia di Jepang salah satunya dengan memasukkan bumbu-bumbu Indonesia menggunakan biaya khusus dari layanan kargo Garuda.
Tidak lupa beliau juga berpesan kepada para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh ilmu di Jepang untuk segera menuntaskan studi dan segera kembali ke tanah air.
“Segera selesaikan kuliah anda. Segera pulang ke Indonesia dan terapkan apa yang sudah anda dapatkan dan pelajari selama di Jepang untuk membangun negara,” pesan Menteri Perdagangan RI.

Video dapat dilihat di :

Youtube : https://youtu.be/nz-jAzSOAMo

 

Lihat juga :

Facebook : PPI Kanto Jepang https://www.facebook.com/ppi.kanto/

Instagram : @ppikanto https://www.instagram.com/ppikanto/

LINE : @zec0419w